Example 728x250.

Wagub Hellyana Silaturrahmi ke Dato’ Panghulu Marwan, Disuguhi Bakwan

banner 120x600

Dato’ Penghulu: Jika pemimpin negeri ini rukun dan damai maka yakinlah barokah negeri ini

Hellyana: Sami’na wa atho’na, kami mendengar dan kami taati

Cakrawalanational.news-Sungailiat, Kedatangan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (KBB) Hellyana ke Bukit Betung Sungailiat Kabupaten Bangka, disambut ramah Dato Panghulu Haji Marwan Al-ja’fary beserta beberapa pengurus Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kepulauan Bangka Belitung (KBB), Senin 14 Juli 2025 tepat ba’da Ashar.

Dalam pertemuan tersebut Hellyana meminta petuah Panghulu Adat Negeri Dato’ Haji Marwan Al-ja’fary DPMP, perihal masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Sebagaimana sudah mencuat ke publik, hubungan Wakil Gubernur dengan Gubernur sedang dalam masalah dan tidak harmonis.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Hellyana, secara pribadi Ia katakan semua persoalan konflik di pemerintahan telah Ia serahkan semuanya ke para Tokoh Masyarakat Bangka Belitung (Babel) termasuk MABMI dan juga Rakyat Simpang Tiga di Belitung sembari berharap agar diadakannya konsolidasi besar dalam rangka menyepakati suatu masalah.

“Sami’na wa atho’na”, kami mendengar dan kami taati”, ungkap Wagub singkat.

Disisi lain, menurut Dato’ Marwan Al-Ja’fary dalam petuahnya mengatakan bahwa, ia bisa memahami bagaimana perasaan Wagub Hellyana yang sedang menghadapi masalahnya saat ini. Menurut Dato’, setiap manusia yang masih hidup pasti akan menghadapi masalah.

“Itu sudah menjadi sunatullah,” kata Dato’.

Karena itu, yang terpenting bukan masalahnya, tapi bagaimana menyikapi masalah tersebut melalui pendekatan agama, dengan cara bersabar dan perbanyak doa kepada Allah SWT.

Dalam penglihatan Dato’ Marwan, masalah yang dihadapi Gubernur dan wakil gubernur ini sebenarnya tidak berat.

Persoalan yang terjadi antara Gubernur dan Wakil Gubernur ini hanyalah masalah komunikasi yang tersumbat tentang wewenang dan pembagian tugas kerja saja.

“Karena tidak disikapi dengan baik akhirnya menjadi serius dan pecah ke publik,” ujar Dato’.

Lebih lanjut dikatakan Dato’ Panghulu, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur ini kalau dicari analoginya, bisa diibaratkan seperti pasangan suami istri. Sementara masyarakat Kepulauan Bangka Belitung sebagai anak-anaknya. Jadi seperti satu keluarga.

“Kalau terjadi perselisihan suami isteri, itu hal yang biasa. Tetapi di saat sedang berselisih dan bertengkar, janganlah sampai dilihat anak-anak kita secara langsung.
Nasehat dari orang tua-tua kita dahulu kalau ada masalah dalam rumah tangga, lebih baik pecah di perut daripada pecah di mulut. Ini adalah nasehat yang sangat penting untuk dicermati oleh para pemimpin,” ungkap Dato’.

Terlepas dari itu, Dato’ Penghulu berharap mudah-mudahan masalah yang muncul ke publik ini bukan merupakan hukuman bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tapi merupakan ujian saja dari Allah SWT.

“Kalau masalah ini adalah ujian dari Allah SWT, ini pertanda bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur serta provinsi ini akan dinaikkan derajatnya menjadi lebih baik oleh Allah, dengan syarat persoalan ini harus segera diselesaikan dan dirukunkan kembali. Tapi kalau masalah ini terus berlarut dan meluas tanpa ada penyelesaian, kemudian masing-masing tidak ada yang mau mengalah, maka ini pertanda bahwa Provinsi ini sedang bersiap-siap menerima hukuman atau azab dari Allah,” pesan Dato’.

Oleh karena itu, lanjut Dato’ Marwan, janganlah kita menjadi orang yang berperan mengantarkan negeri ini menuju azab atau hukuman dari Allah. Sebaliknya jadilah kita sebagai orang yang bisa mengantarkan rahmat sehingga derajat negeri ini semakin meningkat.

“Jika pemimpin negeri ini rukun dan damai maka yakinlah barokah negeri ini akan dibukakan oleh Allah dari pintu langit maupun dari pintu bumi,” papar Dato’ Marwan.

Dalam kesempatan itu, atas nama suara rakyat Dato’ bermohon kepada Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, agar bisa menahan diri dan membuang jauh ego masing-masing.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan, asal ada niat baik dan kesadaran diri,” kata Dato’ Marwan Panghulu Negeri Serumpun Sebalai.

Senada dikatakan Dato’ Alam Pelawan, Agus Adaw mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu bersikap bijak, jangan memanasi suatu hal yang sedang panas. Sembari Ia berharap agar Wagub dan Gubernur dapat rukun kembali seperti halnya budaya masyarakat melayu yang rukun dan damai.

“Kita berharap wagub dan gubernur dapat rukun kembali seperti hal kehidupan masyarakat melayu serumpun sebalai Kepulauan Bangka Belitung”, pungkasnya.

Acara silaturrahmi yang berlangsung hangat itu kemudian ditutup dengan menikmati hangatnya bakwan bersama-sama.

(Ha/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *