Cakrawalanational News-Pangkalpinang Salah satu Tokoh Adat Bangka Belitung, Datuk Panglima Satya Negeri, Datuk Agus Adaw, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pejabat yang mudah mundur setelah ditegur oleh Gubernur Hidayat Arsani. Menurutnya, pejabat harus memiliki mental yang kuat dan komitmen untuk membangun masyarakat Babel menjadi makmur.
Dikatakan Datuk, pejabat Babel baru ditegur Gubernur langsung mundur, bagaimana mau diajak bertempur membangun agar masyarakat Babel ini makmur.
“Saya sedih kalau mental-mental pejabat baru ditegur mundur. Bagaimana mau tempur macam anak-anak membangun masyarakat Babel biar makmur?” ungkap Datuk Agus Adaw, di Pendoponya, Sabtu 10 Mei 2025.
Datuk menilai bahwa teguran yang dilakukan oleh Gubernur Hidayat Arsani terlalu transparan dan langsung, sehingga ASN yang ditegur langsung mundur. Namun, ia juga mengakui karakter Hidayat Arsani yang keras dan pedas, namun juga menghargai kelebihan beliau sebagai pemimpin.
“Yang keras dia tuh keras, pedas, dahsyat gitu. Nah, bukti dia menang dari Pilkada. Kalau Gubernur paling tidak sebagai sahabat, sebagai teman, di saat susah dan duka, ritme-ritme tuh agak kurang lah sedikit Pak Gub. Tapi kita harus bisa menerima karakter beliau, karena beliau memang seperti itu,” tandas Datuk Agus Adaw.
Lebih jauh Datuk menyarankan agar proses seleksi pejabat lebih transparan dan efektif, dengan melibatkan keluarga dalam proses seleksi untuk menilai integritas dan kemampuan calon pejabat.
“Saya menyarankan agar dalam merekrut pejabat, khususnya eselon 2, dilakukan proses yang lebih ketat dan transparan. Salah satu saran saya adalah melibatkan keluarga, seperti istri dan anak, dalam proses seleksi. Dengan demikian, istri mereka bisa menilai suaminya apakah pintar atau bagak, sehingga tidak bisa lagi lobi-lobi dengan ibu Gubernur. Selain bisa melihat apakah calon pejabat tersebut memiliki integritas dan kemampuan yang baik,” pungkasnya.
Namun, lain halnya dengan Ferry Insani, dia mundur sebagai ASN (mengajukan pensiun dini-red) karena dia ingin maju sebagai calon bupati Bangka.
“Dia berniat (Ferry) mencalonkan sebagai bupati Bangka, jadi alasannya memang tepat,” ujar Datuk.
Di akhir kalimatnya, Datuk menghimbau kepada seluruh ASN Pemprov Babel untuk banyak-banyak berterimakasih kepada para pejuang Bangka Belitung, baik yang masih hidup maupun sudah wafat.
“Kalau pada saat perjuangan itu mereka mundur jangan bermimpi Babel akan menjadi Provinsi sendiri, mungkin sampai hari ini kita masih dibawah naungan Provinsi Sumsel, artinya tidak akan ada Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung Timur,” papar Datuk.
(Hairul Anwar Al-ja’fary)


.












