Cakrawalanational News-Pangkalpinang, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (KBB), Hidayat Arsani, melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Pendaratan Ikan Nusantara (PPI) di Desa Jelitik, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka untuk meninjau langsung pendangkalan yang terjadi di pelabuhan tersebut.
Selama kunjungan, Hidayat Arsani berdialog dengan nelayan setempat dan masyarakat untuk memahami permasalahan yang dihadapi. Ia juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lingkungan pelabuhan dan mengidentifikasi penyebab pendangkalan.

“Muara ini tidak pernah tuntas, kita akan bahas bagaimana keselamatan nelayan, kapal bisa masuk dan pasir bisa dimanfaatkan,” kata Hidayat.
Ditambahkannya, bahwa pemerintah provinsi akan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dan stakeholder lainnya.
Disamping itu Ia juga berencana untuk memanggil perusahaan yang memiliki IUP yang tumpang tindih untuk mencari solusi yang tepat.
“Kita akan selesaikan dengan waktu sesingkatnya agar rakyat atau nelayan tidak lagi demo. Semoga ada titik terang dengan duduk bersama pihak-pihak terkait, termasuk pemilik IUP,” papar Dayat panggilan akrabnya.
Dayat juga menyebutkan bahwa ada 3 IUP yang tumpang tindih terkait dengan persoalan ini, dan Pemda akan meminta PT Timah untuk membiayai pengerukan melalui CSR-nya.
“IUP yang tumpang tindih bisa kita geser dan saya akan panggil perusahaan. Jika tidak datang akan saya geser izinnya. Intinya semua akan kita selesaikan dengan musyawarah mufakat,” tutup Gubernur Babel. (Rd/CNN)


.












