Cakrawalanational News-Asahan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Asahan, Riston Alexander Aruan, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) transparansi dalam pengungkapan kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Panti Budaya Kisaran meninggal dunia. Diduga dilakukan oleh oknum polisi di Polres Asahan saat melakukan penertiban balap liar di desa Sei lama, Kabupaten Asahan, Senin (17/03/2025).
Dalam wawancaranya kepada awak media, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Asahan itu mengungkapkan rasa belasungkawanya kepada keluarga korban dan meminta aparat penegak hukum dalam hal ini, Polres Asahan agar serius menangani kasus ini.
“Minggu kemarin kita dari PBB Asahan ikut mendampingi proses Ekshumasi jenazah adik kita Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar di Sordang bolon, Kabupaten Simalungun hingga selesai. jadi kita minta kepada Kepolisian Asahan agar transparansi dalam mengungkap kasus ini, kita akan kawal terus kasus ini sampai korban dan keluarga korban mendapat kepastian hukum,” Jelas Ketua PBB Asahan.
Dalam Ekshumasi atau pembongkaran jenazah siswa sekolah menengah atas (SMA) Swasta Panti Budaya Kisaran yang dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara TK II Medan itu berlangsung setidaknya hampir empat jam lebih. Dan Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Ismurizal, SpF, mengaku menemukan beberapa keganjilan di jasad korban dengan adanya beberapa bercak merah.
“Sudah kita otopsi, sudah kita ambil semua dan kita lihat. Nanti dirangkum semua ya,” ungkap Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, Minggu (16/3/2025) usai melakukan Ekshumasi di lokasi pemakaman.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kabarnya hari ini telah dilakukan pra rekontruksi di tempat kejadian perkara yang dilaksanakan oleh Polres Asahan dan di dampingi dari Polda Sumut bersama tim.
“Tadi kita juga liat pra rekontruksi di TKP, dan kita lihat ada tiga orang yang diduga pelaku penganiayaan. Terdiri dari satu orang oknum Kanit Reskrim Polsek Simpang empat dan dua orang warga sipil. Semoga semuanya akan segera terbuka dan selesai tanpa ada persoalan yang berlarut larut,” Pungkas Ketua PBB ASAHAN, Riston Alexander Aruan.
(Red/CNN)


.












