Cakrawalanational News-Pangkalpinang, Perkumpulan pengemudi ojek online dan Komunitas URC-PGK mendatangi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk audiensi membahas tarif dasar dan aplikasi Beta yang dirasa merugikan mereka.
Mereka meminta agar aplikasi tersebut dihapus karena telah menyebabkan penurunan pendapatan hingga 90%.
Menurut Ketua Garuda Online Babel, Yanto, tarif dasar yang telah disepakati bersama adalah Rp8.000 hingga Rp10.000 untuk jarak 0-4 km, dan Rp2.000 hingga Rp2.500 per km. Namun, dengan adanya aplikasi Beta, tarif dasar tersebut telah menurun menjadi Rp6.300.

“Kami mohon Dishub dan jajarannya dapat menghapus aplikasi ini supaya bisa mentaati peraturan yang telah disepakati bersama,” ungkap Yanto.
Senada, Ari dari Komunitas URC-PGK mengatakan bahwa aplikasi Beta telah menyebabkan penurunan pendapatan mereka hingga 90%. Mereka telah mencoba audensi dengan Grab Pangkalpinang, tetapi tidak berhasil.
“Jadi harapan kami agar DPRD Babel bisa membantu meningkatkan kesejahteraan kami agar aplikasi Beta ini dihapus,” ucap Ari.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan bahwa pihaknya akan berangkat ke Kementerian Perhubungan untuk membahas tarif dasar, dan akan meminta Kominfo untuk menghapus aplikasi Beta.

“Manusiawi kalau orang ingin murah, tetapi balik lagi dibandingkan daerah lain Babel masyarakatnya hanya segini, dan tidak bisa dibandingkan dengan daerah lainnya,” tandas Didit. (Rd/CNN)


.












