Cakrawalanational News-Sungaiselan, Rusaknya ekosistem di lingkungan hidup di dunia flora dan fauna khususnya di alam liar, ternyata bisa menjadi malapetaka buat manusia itu sendiri. Terbukti kejadian naas di Desa Munggu, Sungaiselan Bangka Tengah, seorang kakek berusia 62 tahun tewas diterkam buaya.
Menurut keterangan anak korban, Sarmudi (43), kejadian itu terjadi saat ayahnya, Sapit (62), memancing bersama dirinya dan temannya, Yono (50), yang biasa disebutkan warga Sungaiselan adalah Sungai Gino, lokasi tepat antara Jalan Lampur – Sungaiselan, Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.
Sapit kemudian duduk di bibir Sungai sembari menunggu ikan tangkapannya. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, Sapit menghilang tanpa jejak. Sarmudi mencari ayahnya bersama Yono dan menemukannya telah diterkam buaya.
“Awalnya sama-sama duduk bersama Kak Yono, lega ku melihatnya kan karena sama-sama dekat aman, nah tapi tiba-tiba Kak Yono tu pindah, dan ku juga lah lepas tanter pancing karena niat nek pulang kan, sebentar ade suara air, geder-geder suara air bergelombang, jadi pancing tu bukan ku lempar ke darat tapi ku lempar ke air semua,” terang Sarmudi.
Sarmudi juga mengatakan bahwa sasaran awal binatang buas tersebut sebenarnya bukan ayahnya melainkan temannya, Yono. Namun, karena Yono pindah tempat ke arah atas, sementara ayahnya masih bertengger di bibir Sungai, diduga tempat tersebut sarang buaya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Munggu, saat diwawancara mengatakan bahwa peristiwa tersebut sangat cepat sekali, karena berselang beberapa jam orang tua itu menghilang, sontak anaknya bernama Sarmudi mencari ayahnya, tetapi sang ayah telah tiada. Hal itu terjadi, kemungkinan habitat binatang buas di sekitar situ merasa terancam.
“Mendengar peristiwa itu saya langsung kontak Babinkamtibmas, telpon Kecamatan, Basarnas, BPBD, Polairud dan masyarakat luar biasa banyak ikut mencari korban,” papar Kades.
Kades juga menghimbau agar masyarakat untuk berhati-hati saat memancing ikan di Sungai karena sudah beberapa nyawa manusia menjadi korban buaya pemangsa. Hal naas itu terjadi bisa jadi karena tempatnya sudah terusik dengan rusaknya alam akibat dari ulah manusia itu sendiri.
(Hairul Anwar/CNN)


.












