CNN-Tanjungpandan, Masyarakat Belitung datang beramai-ramai ke Posko Isyak Merobie-Masdar Nawawi dihari terakhir masa tenang atau sehari sebelum pencoblosan di 27 November 2024. Pasalnya di tempat tersebut terindikasi telah terjadi money politics dengan modus bawa KTP ditukar uang 200 ribu rupiah.
Akibatnya, masyarakat beramai-ramai berdesakkan masuk ke Posko Paslon nomor 02 yang beralamat di Jalan Madura Tanjungpandan Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (26/11/2024).
Tak ayal, saking ramainya terjadilah sebuah kericuhan kecil, ketika kedatangam tim lawan dari pemenangan Pasangan calon (Paslon) Djoss yang berniat masuk memantau mengambil foto.
Tidak berselang lama kericuhan pun terjadi, kendati sempat dilerai, tim relawan paslon 01 pun langsung masuk ke dalam.
Saat ditanya Cakrawala Nationalnews kepada Umar salah seorang masyarakat yang datang ke Posko nomor urut 02, mereka berdatangan karena diminta oleh temannya agar membawa KTP yang ditukar dengan sejumlah uang senilai 200 ribu rupiah.
“Kami sudah datang dari tadi, jam 11 nunggu antrian, disuru bawah KTP. Tapi lah dari tadi, ngantri lum dapat masuk dalam,” kata Umar.
Melihat dan mengetahui kejadian tersebut, Tim Gakkumdu bentukan Bawaslu Kabupaten Belitung beserta Kapolres melakukan preventif untuk mengantisipasi langsung membubarkan indikasi money-poitics tersebut.
(pit)


.












