CNN–Pangkalpinang, Seperti yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia memiliki lahan mangrove terluas di dunia yakni 3,3 juta hektar yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Hal itu disampaikannya dalam acara penanaman mangrove nasional pada tanggal 15 Mei 2023 yang lalu, melalui sambungan virtual secara daring di berbagai daerah di Indonesia.
Penanaman mangrove bertujuan untuk melindungi pesisir pantai dari abrasi dan mengembalikan habitat hutan mangrove yang ada di tanah air.
Merespons program tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan BPBD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang disertai para penggiat mangrove se-Bangka Tengah langsung melakukan penanaman 1000 bibit mangrove disepanjang Pantai Terentang Koba, Selasa (06/08/2024).
Tindakan penanaman tak lain, untuk melindungi pesisir pantai dari abrasi dan mengembalikan habitat hutan mangrove yang ada di tanah air, khususnya di Bangka Tengah. Terlepas dari itu, penanaman mangrove juga akan sangat membantu dalam memitigasi bencana alam.
Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa dalam keterangannya di Kantor BPBD Provinsi Airitam Pangkalpinang, Jumat (9/8/2024) mengatakan, bahwa kegiatan penanaman ini merupakan tour yang digagas oleh BPBD Provinsi, BPBD Bangka Tengah, dan penggiat mangrove di Munjang, Bangka Tengah.
“Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Pertiba yang kebetulan sedang KKN disini, Kegiatan seperti ini akan dilakukan setiap bulan dan kami juga akan mengundang BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana-red) untuk ikut serta karena mereka juga ingin sekali bisa berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini,” jelas Mikron Antariksa.
Lebih lanjut dikatakannya, penggiat mangrove Kabupaten Bangka Tengah mengajak agar proses pelestarian alam ini tidak hanya dilakukan di awal fase penanaman semata, tetapi dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang maksimal.
Ditambahkan Mikron, bahwa yang paling penting setelah ditanam dilakukan perawatan, dipantau, dan dirawat, sehingga betul-betul semuanya hidup. Jangan hidupnya hanya ketika ditanam tapi kemudian mati, karena semuanya harus dirawat dan dipelihara.

“Masyarakat senantiasa melestarikan alam, terutama tanaman mangrove, mengingat keberadaan tanaman bakau ini, memiliki manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Mari sama-sama kita jaga alam, alam jaga kita,” imbuhnya.
(Hairul Anwar Al-Ja’fary)


.












